Dango (団子, Dango?) adalah kue Jepang berbentuk bulat seperti bola kecil, dan dimatangkan dengan cara dikukus atau direbus di dalam air. Adonan dango dibuat dari tepung beras yang diulen dengan air atau air panas. Kushidango adalah sebutan untuk sejumlah 3, 4, atau 5 butir dango yang ditusuk menjadi satu dengan tusukan (kushi) dari bambu. Jumlah butiran dango dalam satu tusuk bergantung pada daerahnya di Jepang.
Dango yang rasanya manis dibuat dengan menambahkan gula ke dalam adonan, sedangkan dango yang tidak manis dicelupkan ke dalam saus. Dango juga bisa dimakan dengan taburan bubuk kacang kedelai (kinako), dimasukkan ke dalam mitsumame (agar-agar yang dimakan bersama aneka buah kaleng) atau selai kacang merah yang diencerkan dengan air. Selain dari tepung beras, dango juga bisa dibuat dari tepung terigu atau tepung millet.
Dango (団子, Dango?) adalah kue Jepang berbentuk bulat seperti bola kecil, dan dimatangkan dengan cara dikukus atau direbus di dalam air. Adonan dango dibuat dari tepung beras yang diulen dengan air atau air panas. Kushidango adalah sebutan untuk sejumlah 3, 4, atau 5 butir dango yang ditusuk menjadi satu dengan tusukan (kushi) dari bambu. Jumlah butiran dango dalam satu tusuk bergantung pada daerahnya di Jepang.
Dango yang rasanya manis dibuat dengan menambahkan gula ke dalam adonan, sedangkan dango yang tidak manis dicelupkan ke dalam saus. Dango juga bisa dimakan dengan taburan bubuk kacang kedelai (kinako), dimasukkan ke dalam mitsumame (agar-agar yang dimakan bersama aneka buah kaleng) atau selai kacang merah yang diencerkan dengan air. Selain dari tepung beras, dango juga bisa dibuat dari tepung terigu atau tepung millet.
Saus
Saus untuk kushidango terdiri dari dua rasa:
Saus dari campuran kecap asin (saus) dengan air ditambah gula pasir, mirin, dan tepung kentang sebagai pengental.
Saus manis-asin merupakan saus yang paling umum untuk dango di berbagai daerah di Jepang.
Kecap asin
Kushidango dengan rasa kecap asin bisa dijumpai di Prefektur Gifu, daerah Tama di Tokyo, dan Iruma di Prefektur Saitama.
Variasi lain dari kushidango disajikan dengan berbagai macam olesan atau taburan:
Selai kacang merah
Bubuk kacang kedelai dan gula pasir
Selai kacang kedelai muda
Selai kacang walnut
Wijen dan gula pasir
Jenis dango
Mitarashi dango
KusadangoTsukimidango (dango melihat bulan)
Sejumlah daerah di Jepang menyusun butiran tsukimidango hingga berbentuk piramida.
Hamidango (dango sewaktu ohanami)
Kushidango dengan warna merah jambu, hijau, dan putih.
Yomogidango atau Kusadango
Dango yang dimakan bersama selai kacang merah, bubuk kedelai, dan gula.
Shiratama dango (dango bola putih)
Bulatan dango dari tepung beras yang dimasukkan ke dalam selai kacang merah yang diencerkan, atau dimakan bersama agar-agar dan buah kaleng.
Mitarashi dango
Sejumlah 3, 4 atau 5 butir dango ditusuk dengan tusukan bambu dan dipanggang lebih dulu sebelum dicelupkan ke dalam saus dari campuran kecap asin dan gula. Hanya di Prefektur Gifu, mitarashi dango dicelupkan dulu ke dalam saus sebelum dipanggang.
Kibidango
Dango dari tepung millet seperti yang dikisahkan dalam cerita rakyat Momotaro
Kamis, 03 Desember 2009
DANGO MAKANAN JEPANG
Diposkan oleh Rachel ransya di Kamis, Desember 03, 2009 0 komentar Link ke posting ini
geisha
Geisha (芸者"orang dari seni") adalah seniman-tradisional Jepang.Kata Geiko juga digunakan untuk menjelaskan orang tersebut. Geisha sangat umum pada abad 18 dan 19, dan masih dalam keberadaan hari ini, meskipun mereka adalah nomor dwindling. "Geisha," tegas / geɪ ʃa / ( "gay-Sha") adalah istilah yang paling akrab Bahasa Inggris ke speaker, dan yang paling umum digunakan di Jepun juga, tetapi di Kansai wilayah istilah dan geigi, untuk magang Geisha, " Maiko "juga telah digunakan sejak Restorasi Meiji. Istilah maiko hanya digunakan di Kyoto kabupaten. Inggris pengucapan gi ʃa ( "wah-Sha") atau frasa "Geisha gadis," selama Amerika umum pekerjaan dari Jepang, membawa konotasi prostitusi, seperti beberapa perempuan muda, nekat untuk uang dan menyebut dirinya "Geisha," dijual sendiri untuk pasukan Amerika.
Geisha tradisi yang berkembang dari taikomochi atau hōkan, jesters serupa ke pengadilan. " Geisha pertama adalah semua laki-laki; sebagai perempuan mulai mengambil peran mereka dikenal sebagai onna Geisha (女芸者), atau "artis wanita (perempuan formulir)." . Geisha hari ini secara perempuan, selain dari Taikomochi. Taikomochi yang sangat langka. Hanya tiga saat ini terdaftar di Jepang. Mereka cenderung jauh lebih mesum daripada Geisha. Tokoh-tokoh lain yang menyumbang kepada penciptaan modern yang Oiran Geisha, atau courtesans, dan Odoriko, menari perempuan. Odoriko khususnya yang dipengaruhi Geisha untuk menyertakan tari sebagai bagian dari seni daftar lagu-lagu mereka.
Geisha tradisional yang terlatih dari anak muda. Geisha sering membeli rumah perempuan muda dari keluarga miskin, dan mengambil tanggung jawab untuk meningkatkan dan pelatihan mereka. Selama anak mereka, sesuai Geisha pertama bekerja sebagai maids, maka sebagai asisten ke rumah Geisha's senior mereka sebagai bagian dari pelatihan dan memberikan kontribusi untuk biaya pemeliharaan dan pendidikan mereka. Ini lama-tradisi diadakan pelatihan masih ada di Jepang, di mana siswa tinggal di rumah seorang pemimpin dari beberapa seni, memulai melakukan pekerjaan rumah tangga dan pengawasan umum dan membantu master, dan akhirnya bergerak hingga menjadi tuan sendiri di kanan (lihat juga irezumi). Pelatihan ini sering berlangsung selama bertahun-tahun.
Program studi tradisional mulai dari usia muda dan meliputi berbagai seni, termasuk alat-alat musik Jepang (terutama shamisen) dan tradisional bentuk bernyanyi, tari tradisional, upacara teh, mengatur bunga (ikebana), puisi dan literatur. Dengan menonton dan membantu senior Geisha, mereka menjadi terampil di kompleks tradisi sekitarnya memilih, pencocokan, dan pakaian berharga scorpio, dan dalam berbagai permainan dan seni percakapan, dan juga dalam berurusan dengan klien.
Setelah seorang wanita menjadi magang Geisha (a maiko) dia akan mulai untuk menemani senior Geisha ke rumah teh, dan pihak banquets yang merupakan's a Geisha lingkungan kerja. Untuk beberapa hal, ini tradisional metode pelatihan berlangsung, walaupun ia adalah kebutuhan foreshortened. Geisha modern tidak lagi dibeli oleh atau dibawa ke rumah Geisha sebagai anak-anak. Menjadi Geisha sekarang sepenuhnya sukarela. Kebanyakan mereka mulai sekarang Geisha pelatihan di akhir umur belasan.
Apakah Geisha pelacur?
Sesungguhnya, tidak Geisha pelacur. Karena suatu hiburan laki-laki di belakang pintu tertutup di sebuah cara eksklusif, ada banyak spekulasi tentang underpinnings profesi mereka. Kebingungan yang seputar masalah ini telah rumit oleh Jepang pelacur yang ingin bersama-memilih yang prestise dari Geisha gambar, dan tidak akurat oleh depictions Geisha dari budaya populer di Barat.Meskipun Geisha dapat memilih untuk melakukan hubungan seksual dengan salah satu patrons dia, Geisha Jomblo tidak akan pernah melibatkan seks.
Geisha pertama tentang pelacur yang bernama Kako. Seiring dengan berjalannya waktu, ia menemukan bahwa ia tidak perlu terlibat di lampu merah-kabupaten.Kako secara langsung atau tidak langsung kepada ahli waris untuk banyak sekolah seni Jepang. Dia sendiri disebut a Geisha ( "seni-orang") dan mengucap diri untuk memberikan pertunjukan seni.
Kadang-kadang, a Geisha dapat memilih untuk mengambil danna (tua jaman untuk kata suami), yang biasanya adalah seorang laki-laki kaya yang memiliki cara untuk mendukung Geisha gundik. Meskipun a Geisha bisa jatuh cinta dengan danna, yang merupakan urusan customarily kontingen atas danna kemampuan finansial untuk mendukung Geisha gaya hidup. Konvensi tradisional dan nilai-nilai tersebut dalam hubungan yang sangat rumit dan tidak dipahami dengan baik, bahkan oleh banyak Jepang. Karena itu, benar intim peran serta Geisha tetap objek dari banyak spekulasi, dan sering salah, di Jepang maupun di luar negeri.
Diposkan oleh Rachel ransya di Kamis, Desember 03, 2009 0 komentar Link ke posting ini
you make me dissapointed
KAU PERNAH TIDAK BERFIKIR SEDIKIT TENTANGKU DIMANA SAAT HATIKU PERIH KARENAMU ENTAH MENGAPA BEKAS ITU BISA TERITNGGAL DAN MEMBEKAS HINGGA SEKARANG DIKAU MASIH KU KENANG,BISA TIDAK MEMBUATKU BAHAGIA SEKALI SAJA PLEASE…INGIN RASANYA MENGAKHIRI DAN LARI PERGI SEJAUH MUNGKIN MENINGGALKANMU AKU INGIN SEMUANYA CEPAT BERAKHIR DAN AKU BERHARAP AKU DAPAT MENINGGALKANMU SEJAUH MUNGKIN SEMOGA SAJA,AKU TAK TAHU SUDAH BERAPA KALI AKU MENULIS TENTANG PERASAANKU YANG PERIH INI KAU TAHU AKU AKAN SELALU ADA UNTUKMU TAPI APA YANG KAU BERIKAN UNTUKKU HANYA SEBUAH PANAH YANG MEMBUAT AKU TERLUKA,ATAU MUNGKIN SELAMA INI KAU MENGANGGAPKU TIDAK ADA DAN HANYA BAYANGAN SAJA KALAUPUN BEGITU AKU SANGAT SENANG BILA ITU KENYATAAN,SUNGGUH BILA ENGKAU MAU MENCOBA MEMBUKA SEDIKIT HATIMU UNTUKKU.ENTAH TAK TERBAYANG LAGI SUDAH BERAPA TUSUKAN YANG KAU TANCAPKAN KEPADA BAYANGAN ITU SUDAH BERAPA KALI KAU HANCURKAN SEMUA INGIN BAYANGAN ITU SUDAH BERIBU KATA YANG TERANGKAI SEMUANYA TAK BERARTI SAMA SEKALI.
KENAPA SAAT ITU KAU MEMBERIKU SESUATU YANG DAPAT MEMBUATKU TERSENYUM,KENAPA KAU TAK MENJELASKAN BAHWA SEMUA ITU HANYA SANDIWARA BELAKA KAU TAHU TERLANJUR MENCINTAIMU BAGAIMANA RASANYA?MUNGKIN KAU TAK AKAN PERNAH MENGERTI SAMPAI KAPANPUN AKU JUGA TAK MENGERTI KENAPA AKU HARUS MENULIS SEMUA HAL TENTANG KEPEDIHAN HATIKU SAAT INI SELALU SAJA TENTANGMU LAGI DAN LAGI,SAAT INI AKU MERASA ORANG PALING BODOH SEDUNIA KENAPA DISAAT KAU SUSAH HATI INI TERGERAK UNTUK MENOLONG DIRIMU MENGAPA DISAAT KAU SEDIH AKU TURUT PRIHATIN KEPADAMU SUNGGUH AKU MEMANG ORANG PALING BODOH SEDUNIA.
INGIN RASANYA AKU BERTERIAK DAN MENCARI APAKAH ADA ORANG DI DUNIA INISEPERTIKU MENGHARAP SESUATU YANG JELAS-JELAS TIDAK PASTI MENCINTAI SESEORANG YANG JELAS-JELAS TAK MENCINTAINYA KENAPA AKU BISA BERTINGKAH BODOH SEPERTI INI YAH………
ENTAHLAH……………..
AKU HARAP TIDAK MENEMUI ORANG SEPERTIMU LAGI……….
MENGENANGMU MEMBUATKU INGIN BERANJAK PERGI DARI KENYATAAN INI
JIKALAU BUKAN PERTIMBANGAN PERASAAN DAN DUKUNGAN ORANG TUA ,REKAN DAN SAUDARA AKU PASTI SUDAH JAUH DARIMU SAAT INI KARENA HATI INI MASIH DAPAT BERTAHAN MENAHAN RASA PERIH YANG KAU BERIKAN AKU AKAN BERSABAR DAN INGAT KAU TAK AKAN PERNAH MENEMUI ORANG SEPERTIKU BELIEVE IT……………………….
Diposkan oleh Rachel ransya di Kamis, Desember 03, 2009 0 komentar Link ke posting ini
Sabtu, 28 November 2009
ujian NASIONAL DITOLAK MA??what dou think?
Mahkamah Agung (MA) melarang pemerintah melaksanakan Ujian Nasional (UN). MA menolak kasasi gugatan Ujian Nasional (UN) yang diajukan pemerintah. Dengan putusan ini, UN dinilai cacat hukum dan pemerintah dilarang menyelenggarakan UN. Batas waktu pelarangan UN ini berlaku sejak keputusan ini dikeluarkan dan sebagai konsekuensinya pemerintah ilegal melaksanakan UN 2010. Pemerintah baru diperbolehkan melaksanakan UN setelah berhasil meningkatkan kualitas guru, meningkatkan sarana dan prasarana sekolah serta akses informasi yang lengkap merata di seluruh daerah.
Berdasarkan informasi perkara di situs resmi MA, perkara gugatan warga negara (citizen lawsuit) yang diajukan Kristiono dkk tersebut diputus pada 14 September 2009 lalu oleh majelis hakim yang terdiri atas Mansur Kartayasa, Imam Harjadi, dan Abbas Said.
Mahkamah Agung menolak permohonan pemerintah terkait perkara ujian nasional, dalam perkara Nomor : 2596 K/Pdt/2008 dengan para pihak Negara RI cq Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono; Negara RI cq Wakil Kepala Negara, Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla; Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo; Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional cq Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Soehendro melawan Kristiono, dkk (selaku para termohon Kasasi dahulu para Penggugat/para Terbanding).
-Mahkamah Agung-
Ini berarti putusan perkara dengan Nomor Register 2596 K/PDT/2008 itu sekaligus menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 6 Desember 2007 yang juga menolak permohonan pemerintah. Namun, pada saat itu pemerintah masih melaksanakan UN pada tahun 2008 dan 2009. Ini berarti pelaksanaan UN 2008, 2009 yang ‘memaksa’ kelulusan siswa ditentukan beberapa hari merupakan tindakan melanggar hukum. Dalam hal ini, Presiden SBY, Wakil Presiden JK, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo, dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang S, dinyatakan lalai memberikan pemenuhan hak asasi manusia (HAM) terhadap warga negara, khususnya hak atas pendidikan dan hak anak yang menjadi korban UN.
Pemerintah juga dinilai lalai meningkatkan kualitas guru, terutama sarana dan prasarana sekolah, akses informasi yang lengkap di seluruh daerah sebelum melaksanakan kebijakan UN. Pemerintah diminta pula untuk segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi gangguan psikologis dan mental peserta didik usia anak akibat penyelenggaraan UN.
Amunisi Terakhir Pemerintah, Peninjauan Kembali (PK)
Meski MA melalui putusan perkara dan kasasi bahwa pemerintah dilarang melaksanakan UN sebagai standar baku kelulusan siwa. Namun, pemerintah masih bersikeras agar UN tetap dilaksanakan. Untuk melegalkan misi itu, pemerintah SBY melalui menteri Menteri Pendidikan Nasional dan BSNP akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan agar Ujian Nasional (UN) dilarang. Inilah satu-satunya amunisi yang tersisa bagi pemerintah untuk melegalkan pelaksanaan UN.
Bila PK ini dimenangkan oleh pemerintah SBY, maka UN 2010 akan legal dilaksanakan. Namun, jika PK ini ditolak, maka secara yuridis pemerintah dilarang melaksanakan UN 2010. Ini akan menjadi bumerang bagi pemerintah terutama Mendiknas. Pelaksanaan UN tanpa dasar hukum berpoteni menjadi tindakan kriminal kepada negara karena telah ‘menghabiskan anggaran negara untuk kegiatan berlawanan hukum”.
Anggaran UN yang Mahal vs Paradigma Pendidikan
Pada tahun 2009, pemerintah menghabiskan 572 miliar rupiah (setengah triliun) untuk pelaksanaan ujian nasional. Namun sayangnya, anggaran negara yang besar yang dikeluarkan untuk pelaksanaan UN 2009 masih sarat dengan praktik ketidakjujuran.
Banyak sekolah membocorkan ataupun memberikan kunci jawaban kepada siswa-siswinya ketika UN. Para pengawas [termasuk pengamat independen] lebih banyak bungkam melihat realitas tersebut. Tidak sedikit guru bahkan kepala sekolah memberi bocoran kunci jawaban agar pamor sekolahnya bertahan ataupun naik jika semua siswanya lulus atau bahkan lulus dengan nilai tinggi. Hal ini bahkan terjadi secara bsistematik yang mana kepala dinas pendidikan di beberapa daerah tertentu ikut ‘menfasilitasi’ kecurangan UN di wilayahnya.
Dan yang paling parah adalah terjadinya ‘mafia kunci UN’. Pada subuh hari, oknum diknas bekerja sama dengan mafia untuk mendapatkan sosial UN sekaligus pada pagi-paginya akan memberikan kunci jawaban kepada ‘pemesan’, baik siswa, orang tua siswa, maupun pihak sekolah.
Ketidaksiapan penyelenggaraan UN yang bersih dan jujur, membuat dunia pendidikan menjadi tercoreng. Pendidikan yang bertujuan untuk mendidik ilmu pengetahuan dan moralitas siswa didik pada akhirnya mendidik ketidakjujuran siswa itu sendiri. Disisi lain yang lebih mendasar, pelaksanaan UN tanpa persiapan yang memadai secara langsung mendidik sikap mental siswa untuk mencapai sesuatu secara instan. Sehingga baik siswa maupun tenaga pendidik cenderung terbentuk watak ‘manusia instan’.
Selain itu, telah terjadi pergeseran paradigma para pendidik. Banyak tenaga pendidik di sekolah-sekolah merasa bahwa mereka mendidik siswa-siswi hanya untuk meluluskan siswanya dari UN. Proses panjang dalam belajar-mengajar selama 3 atau 6 tahun, hanya ditentukan 3-5 hari Ujian. Hal ini semakin jauh dari esensi pendidikan yakni mendidik. Sekolah dan tenaga pendidik semulanya berperan besar pada mendidik siswa dalam pengetahuan, etika dan moral, kini cenderung mengajar bagaimana lulus UN. Hal ini pun dimanfaatkan bermacam-macam lembaga pendidikan, baik diluar sekolah maupun di internal sekolah [menjadi alasan sekolah menarik iuran dari orang tua].
Best Solution
Selama masih terjadi ketimpangan pemerataan kualitas sekolah di berbagai daerah, maka UN tidak cocok digunakan untuk menentu kelulusan siswa. Kelulusan siswa hanya dengan melihat nilai UN sungguhlah tidak fair. Lulus atau tidaknya seseorang dalam suatu sistem pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ‘otak’, namun juga harus memperhatikan ‘hati’ atau etika. Oleh karena itu, maka lebih baik fungsi UN dikembalikan seperti fungsi Ebtanas (Evaluasi Tahap Akhir Nasional) yang di-upgrade.
Dalam hal ini, pemerintah dapat tetap melaksanakan UN dengan tujuan:
• Standar untuk mengukur kualitas sekolah di Indonesia.
Dari hasil UN, maka diknas harus menindaklanjuti sekolah-sekolah yang masih jauh dibawah rata-rata nasional. Apakah guru, sarana-prasarana atau siswanya atau ketiganya yang membuat siswa mampu atau tidak dalam mengerjakan soal ujian nasional? Kelulusan siswa ditentukan oleh guru/sekolah dengan memasukkan faktor prestasi selama 3 tahun + etika/moralitas+hasil ujian nasional.
• Standar untuk masuk ke jenjang pendidikan lebih lanjut.
Nilai UN/UAN/Ebtanas dijadikan standar untuk masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. Nilai UASBN SD sebagai standar seleksi masuk ke jenjang SMP. Nilai UN SMP sebagai standar seleksi masuk ke jenjang SMA. Dan nilai UN SMA digunakan sebagai standar seleksi masuk PT.
Nilai UN hanya dapat dijadikan sebagai standar masuk ke jenjang lebih lanjut dengan syarat pelaksanaan UN tersebut harus jujur, transparan dan kredibel. Beberapa sistem dalam ujian seleksi masuk perguruan tinggi dapat diterapkan di UN.
• Standar untuk masuk kerja, beasiswa dll
Apabila pelaksanaan UN dapat berjalan secara jujur dan kredibel, maka nilai UN menjadi tolak ukur penerimaan tenaga kerja atau beasiswa.
Apabila paradigma UN diubah seperti diuraikan diatas, maka UN dapat menjadi ajang untuk menguji kemampuan kita secara nasional. Nilai UN yang tinggi akan mempermudah kita melanjutkan studi ke sekolah yang lebih baik. Dan apabila peserta UN mendapat nilai yang jelek, maka tentunya mereka akan kesulitan mendapat sekolah yang baik. Namun, baik yang mendapat nilai UN yang tinggi maupun rendah, keputusan lulus haruslah kembali pada sang guru.
Diposkan oleh Rachel ransya di Sabtu, November 28, 2009 0 komentar Link ke posting ini
HARAJUKU
HARAJUKU adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Meiji Jingu, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dori), departement store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat. Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo.
Sebetulnya sebutan "Harajuku" hanya digunakan untuk kawasan di sebelah utara Omotesando. Onden adalah nama kawasan di sebelah selatan Omotesando, namun nama tersebut tidak populer dan ikut disebut Harajuku.
Sebelum zaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (juku) bagi orang yang bepergian melalui rute Jalan Utama Kamakura. Tokugawa Ieyasu menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada ninja dari Provinsi Iga yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honnoji.
Di zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis di bagian selatan Jalan Utama Koshu. Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Petani menanam padi di daerah tepi Sungai Shibuya, dan menggunakan kincir air untuk menggiling padi atau membuat tepung.
Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah kuil Meiji Jingu didirikan.
Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti Anan dan non-no. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no.
Sekitar tahun 1980-an, Jalan Takeshita menjadi ramai karena orang ingin melihat Takenoko-zoku yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Setelah ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki, Harajuku menjadi tempat berkumpul favorit anak-anak muda. Setelah Harajuku makin ramai, butik yang menjual barang dari merek-merek terkenal mulai bermunculan di Omotesando sekitar tahun 1990-an.
Diposkan oleh Rachel ransya di Sabtu, November 28, 2009 0 komentar Link ke posting ini
SALON IN JAPAN
Salon di Jepang thu mahal" kebanyakan (biasanya seh sekali potong rambut bisa habis 4000 - 6000 yen ato sekitar 400 ribu rupiah - 600 ribu rupiah), namun pelayanan salon itupun sesuai dengan harga yang mereka tawarkan, salon Jepang 180 derajat berbeda dari salon Indonesia, jika ada pelangggan ingin potong rambut maka pelanggan akan dipilihkan ke berbagai list stylist yang udah terpampang disitu, tiap stylist itu beda beda harganya dan stylistnya juga modis banget gayanya, jika pelanggan masuk di salon jepang pelanggan akan disambut ramah oleh yang punya salon, mereka akan menyilahkan anda untuk duduk di sofa yang didepannya meja (kalo anda antre ato anda cuman nganter), diatas meja banyak banget snack,koran,majalah yang siap dibaca, gag hanya itu mereka juga menemani anda ngobrol sembari menunggu pelanggan lain atau yang diantar, proses pemilihan style rambut juga mereka perhatikan, mereka gag sembarangan ngasi style, kalo mereka rasa gag cocok denganmu (style rambutnya) mereka akan ngasi tau kamu style rambut mana yang cocok buat jenis muka and kepalamu, kebanyakan yang bekerja di salon Jepang itu orangnya profesional jadi mereka gag main", cocok dah dengan harganya yang mahal pelayanannya juga memuaskan, sampe" kalo kamu pulang yang nyukur rambutmu akan nganter kamu mpe kasir buat bayar trus akan nganter kamu pulang sampe pintu n then bilang gini 'arigatou gozaimasu, mata irasshatte kudasai'(terimakasih banyak, kapan" datang lagi ya!), kadang kalo kamu belum ngilang di hadapannya si pencukur/stylist akan terus nunduk (ngasi hormat ala jepang gitu), ramah banget dah beda 100% ama salon di Indonesia,
Diposkan oleh Rachel ransya di Sabtu, November 28, 2009 0 komentar Link ke posting ini
IKEBANA
Ikebana adalah seni merangkai bunga ala Jepang. Merangkai bunga Ikebana tidak hanya sekedar dan semudah menempatkan bunga2 kedalam Vas (container), akan tetapi merupakan bentuk disiplin seni dimana merupakan rangkaian yang hidup yang menyatu antara kejiwaan manusia dengan alam sekitarnya, dengan kata lain Ikebana adalah sebuah philosofi untuk lebih mendekat dengan alam.
Ikebana juga adalah sebuah ekspresi yang kreatif dalam bingkai aturan untuk membuat rangkaiannya. Materi yang digunakan antara lain ; ranting-ranting, daun-daun, bermacam-macam bunga dan rerumputan yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kombinasi warna, bentuk alamiah, dan lain-lain.
Dalam bahasa Jepang, Ikebana juga dikenal dengan istilah kadō (華道 ?, ka, bunga; do, jalan kehidupan) yang lebih menekankan pada aspek seni untuk mencapai kesempurnaan dalam merangkai bunga.
**SEJARAH IKEBANA**
Ikebana sebagai salah satu seni tradisional di Jepang sudah dikenal lebih dari 600 tahun yang lalu. Bermula sebagai acara ritual dari agama Budha dalam rangka memberikan persembahan bunga kepada arwah leluhur.
Sejak sekitar pertengahan abad ke-15, Ikebana berubah statusnya dari yang sebelumnya sebagai symbol keagamaan menjadi bentuk seni yang bebas. Yang kemudian lambat laun sejalan dengan perjalanan waktu, tumbuh sekolah-sekolah Ikebana, terjadi perubahan stile dan menjadi lebih sederhana untuk semua lapisan masyarakat Jepang.
**MACAM-MACAM ALIRAN IKEBANA**
Ada banyak aliran Ikebana di Jepang diantaranya yang dikenal adalah ; Chiko, Ichiyo, Ikenobo, Koryu, Kozan, Mishoryu, Ohara, Ryusei-Ha, Saga Goryu, Shinpa Seizan, Shofu Kadokai, Sogetsu, dll.
Saat ini yang ada di Indonesia serta resmi dan terdaftar pada The Japan Foundation, Jakarta ada 7(tujuh) Aliran yaitu ; Ichiyo, Ikenobo, Koryu, Mishoryu, Ohara, Sogetsu dan Shofu Kadokai.
Diposkan oleh Rachel ransya di Sabtu, November 28, 2009 0 komentar Link ke posting ini
YUKATA DAN KIMONO
**YUKATA**
Yukata (浴衣 ?, baju sesudah mandi) adalah jenis kimono yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis. Dibuat dari kain yang mudah dilewati angin, yukata dipakai agar badan menjadi sejuk di sore hari atau sesudah mandi malam berendam dengan air panas.
Menurut urutan tingkat formalitas, yukata adalah kimono nonformal yang dipakai pria dan wanita pada kesempatan santai di musim panas, misalnya sewaktu melihat pesta kembang api, matsuri (ennichi), atau menari pada perayaan obon. Yukata dapat dipakai siapa saja tanpa mengenal status, wanita sudah menikah atau belum menikah.
Gerakan dasar yang harus dikuasai dalam nihon buyo selalu berkaitan dengan kimono. Ketika berlatih tari, penari mengenakan yukata sebagai pengganti kimono agar kimono berharga mahal tidak rusak karena keringat. Aktor kabuki mengenakan yukata ketika berdandan atau memerankan tokoh yang memakai yukata. Pegulat sumo memakai yukata sebelum dan sesudah bertanding.
Musim panas berarti musim pesta kembang api dan matsuri di Jepang. Jika terlihat orang memakai yukata, berarti tidak jauh dari tempat itu ada matsuri atau pesta kembang api.
**KIMONO**
Kimono (着物 ?) adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang).
Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf "T", mirip mantel berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke pergelangan kaki. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Sabuk kain yang disebut obi dililitkan di bagian perut/pinggang, dan diikat di bagian punggung. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah zōri atau geta.
Kimono sekarang ini lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan istimewa. Wanita yang belum menikah mengenakan sejenis kimono yang disebut furisode.[1] Ciri khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai. Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakan furisode untuk menghadiri seijin shiki. Pria mengenakan kimono pada pesta pernikahan, upacara minum teh, dan acara formal lainnya. Ketika tampil di luar arena sumo, pesumo profesional diharuskan mengenakan kimono.[2] Anak-anak mengenakan kimono ketika menghadiri perayaan Shichi-Go-San. Selain itu, kimono dikenakan pekerja bidang industri jasa dan pariwisata, pelayan wanita rumah makan tradisional (ryōtei) dan pegawai penginapan tradisional (ryokan).
Pakaian pengantin wanita tradisional Jepang (hanayome ishō) terdiri dari furisode dan uchikake (mantel yang dikenakan di atas furisode). Furisode untuk pengantin wanita berbeda dari furisode untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan untuk furisode pengantin diberi motif yang dipercaya mengundang keberuntungan, seperti gambar burung jenjang. Warna furisode pengantin juga lebih cerah dibandingkan furisode biasa. Shiromuku adalah sebutan untuk baju pengantin wanita tradisional berupa furisode berwarna putih bersih dengan motif tenunan yang juga berwarna putih.
Sebagai pembeda dari pakaian Barat (yōfuku) yang dikenal sejak zaman Meiji, orang Jepang menyebut pakaian tradisional Jepang sebagai wafuku (和服 ?, pakaian Jepang). Sebelum dikenalnya pakaian Barat, semua pakaian yang dipakai orang Jepang disebut kimono. Sebutan lain untuk kimono adalah gofuku (呉服 ?). Istilah gofuku mulanya dipakai untuk menyebut pakaian orang negara Dong Wu (bahasa Jepang : negara Go) yang tiba di Jepang dari daratan Cina.
Diposkan oleh Rachel ransya di Sabtu, November 28, 2009 0 komentar Link ke posting ini
kebiasaan orang jepang di bulan september
Bulan september bagi orang Jepang adalah bulan yang berat, perubahan musim panas ke musim gugur pada bulan-bulan ini selalu diikuti dengan cuaca yang ekstrim seperti badai, topan dan lain sebagainya. Oleh karena itu bagi orang Jepang bulan september atau bulan sembilan adalah bulan yang ingin cepat dilewati, karena dalam budaya orang Jepang angka sembilan dibaca "ku" yang dekat dengan kata "kurushii" yang berarti sengasara.
Salah satu kebiasaan orang Jepang yang unik di bulan september yang notabene banyak terdapat badai adalah memasang boneka kain yang disebut dengan teru-teru bozu. Boneka ini dibuat kemudian digantung di depan rumah saat musim hujan badai dengan harapan badai atau hujan segera berlalu dan cuaca kembali cerah. Setelah badai atau hujan reda boneka kain tersebut kemudian diberi mata dan senyum. Kebiasaan ini sudah ada sejak dahulu kala dan terus berlangsung hingga sekarang.
Setahun yang lalu di Azumino Ikeda craft park, kota Ikeda perfektur Nagano, pernah diselenggarakan sebuah even kesenian yang bertajuk "Kita Alpes Teru-Teru Bozu Art Exhibition 1". Kendati ini adalah yang pertama kali, namun peserta yang emngikuti ini cukup banyak dan datang dari seluruh penjuru negeri. Terdapat 525 boneka teru-teru bozu dengan berbagai macam warna yang menarik. Acara yang unik ini tidak hanya mendapat perhatian masyarakat sekitar, namun beberapa radio nasional dan stasiun televisi nasional juga turut serta meliput acara ini.
Diposkan oleh Rachel ransya di Sabtu, November 28, 2009 0 komentar Link ke posting ini
チャいいえ優
Apa yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai upacara teh Jepang disebut sadō atau chadō (茶道, "jalan teh"), atau chanoyu (茶の湯, secara harfiah "air panas untuk teh") di Jepang. Ini adalah segi tradisional kegiatan yang matcha (抹茶), bubuk teh hijau, adalah ceremonially disiapkan dan disajikan. Zen Buddhisme adalah penting untuk perkembangannya, dan ini mempengaruhi banyak aspek pervades teh upacara.
Gathering Tea dikenal sebagai chakai (literally "teh rapat") atau chaji (literally "teh fungsi"). Biasanya istilah chakai digunakan untuk merujuk kepada yang relatif sederhana saja dari keramahan yang meliputi pelayanan confections, usucha (tipis teh), dan mungkin tenshin (cahaya snack), sedangkan chaji merujuk ke yang lebih formal termasuk mengumpulkan biasanya penuh makan saja disebut Kaiseki (懐石) atau lebih khusus cha-Kaiseki (茶懐石), diikuti oleh confections, koicha (teh kental), dan usucha (tipis teh). Chaji Mei selama lebih dari empat jam.
Sejarah
Menurut Nihon Chef (Latter Chronical dari Jepang), minum teh telah diperkenalkan ke Jepang pada abad 9., Oleh rahib Buddha Eichū (永忠), yang telah kembali ke Jepang dari China. Ini adalah pertama didokumentasikan bukti teh di Jepang. Entri dalam Nihon Koki Eichū menyatakan bahwa secara pribadi dan siap melayani "simmered tea" (煎茶, sencha) untuk Kaisar Saga yang pada tamasya di Karasaki (sekarang di Prefektur Shiga) pada tahun 815. Oleh imperial agar pada tahun 816, perkebunan teh mulai akan diolah di wilayah Kinki Jepang. Namun, dalam teh di Jepang setelah layu ini.
Di Cina, teh sudah diketahui, menurut legenda, selama lebih dari seribu tahun. Bentuk teh yang populer di Cina di era Eichū ketika pergi untuk studi adalah "batu bata teh" (団茶, dancha). Teh batu bata yang dibuat oleh uap dan ketukan daun, menekan ini menjadi molds, dan pengeringan ini sampai keras. Ini kemudian akan di tanah mortir, dan hasil tanah teh decocted bersama dengan berbagai tumbuh-tumbuhan dan / atau flavorings.
Kebiasaan dari minum teh, pertama untuk obat, dan kemudian juga sangat nyaman untuk alasan, telah meluas di seluruh Cina. Pada awal abad 9., Penulis Cina Lu Yu menulis Cha Jing (茶经, yang Classic of Tea), sebuah risalah pada teh fokus pada budidaya dan persiapan. Lu Yu kehidupan telah banyak dipengaruhi oleh Buddhisme, terutama Zen-chan sekolah. Nya ide akan memiliki pengaruh kuat dalam pengembangan dari Jepang upacara minum teh.
Sekitar akhir abad 12, dengan gaya persiapan teh disebut "tencha" (点茶), di mana bubuk teh ditempatkan dalam mangkuk, air panas dituangkan ke dalam mangkuk, dan air panas dan teh dikocok bersama, telah diperkenalkan oleh Eisai, Jepang rahib lain kembali dari China. Dia juga membawa teh bibit kembali dengan dia, yang akhirnya menghasilkan teh yang paling hebat yang berkualitas di seluruh Jepang.
Teh hijau bubuk ini pertama kali digunakan dalam ritual agama Budha di monasteries. Pada abad ke-13, ketika Minamoto (lihat Kamakura Bakufu) mendapatkan kontrol atas bangsa dari pemerintah dan samurai warrior kelas tertinggi memerintah, teh dan luxuries terkait dengan menjadi semacam simbol status di antara para pahlawan kelas, dan timbul "teh persaingan "(tōcha) dimana pihak kontestan dapat memenangkan hadiah untuk buar guessing kualitas terbaik teh - yang tumbuh di Kyoto, deriving dari Eisai bibit yang dibawa dari Cina.
Berikutnya utama dalam periode sejarah Jepang adalah Periode Muromachi, yang dengan kebangkitan budaya era dikenal sebagai Kitayama Bunka, centering sekitar elegan budaya dunia Ashikaga Yoshimitsu dan villa di sebelah utara dari bukit Kyoto. Periode ini budding melihat dari apa yang biasanya dianggap sebagai budaya tradisional Jepang seperti yang kita tahu hari ini.
Teh upacara dikembangkan sebagai "transformatif praktek", dan mulai berkembang sendiri estetika, khususnya yang wabi. Wabi, yang berarti tenang atau perbaikan bijaksana, atau rasa lemah, "yang dicirikan oleh kesederhanaan, pengendalian, kesederhanaan, naturalisme, kedalaman, ketidaksempurnaan, dan asymmetry [menekankan] sederhana, lugas dan objek arsitektur ruang, dan [merayakan] mellow kecantikan yang waktu itu dan perawatan untuk menyampaikan materi. " Murata Jukō dikenal dalam sejarah chanoyu sebagai pengembang awal tahun ini, dan karena itu biasanya dihitung sebagai pendiri dari Jepang" jalan teh. " Ia belajar di bawah Zen monk Ikkyū, yang merevitalisasi Zen di abad 15, dan ini dinilai telah mempengaruhi nya konsep chanoyu
Pada abad 16., Minum teh telah menyebar ke semua tingkat masyarakat di Jepang. Sen Rikyu tidak, mungkin yang paling terkenal dan masih revered-tokoh sejarah dalam upacara minum teh, diikuti his master, Takeno Joo's, konsep-Ichi go Ichi-e, sebuah filosofi bahwa setiap pertemuan harus treasured, karena tidak pernah akan direproduksi. Nya menyempurnakan ajaran baru banyak dikembangkan dalam bentuk arsitektur dan taman Jepang, seni dan diterapkan dengan baik, dan pengembangan penuh chadō, "yang" jalan teh ". Prinsip dia mengatur maju - harmoni (和, wa), Menghormati (敬, kei), kemurnian (清, sei), dan ketenangan (寂, jaku) - masih teh ke pusat upacara.
Banyak sekolah yang ada upacara minum teh Jepang berkembang melalui sejarah panjang dan sadō aktif hari ini.
Diposkan oleh Rachel ransya di Sabtu, November 28, 2009 0 komentar Link ke posting ini
Sabtu, 21 November 2009
untuknya...........
Semalam tak bisa tidur dengan tenang terpaksa dah bangun gak tahu darimana nih pikiran terlintas tiba-tiba ada sesuatu di benak saya langsung saja saya renungkan kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu setelah mengenang hal-hal yang terjadi ada satu yang sangat menyakitkan tapi tidak perlu saya ceritakan sekarang semua sudah berakhir..
cuman say thanks aja buat yang seseorang yang selalu bantu saya
say thanks to seseorang yang dah kecewain saya
say thanks buat teman-teman kecuali sosoknya
sekarang hanya dapat berharap kepada seseorang bahwa jangan pernah lagi kau tanyakan lagi kepadanya tentangku karena sesungguhnya semua pernyataan yang ia keluarkan hanya bohong belaka aku sudah terlanjur kecewa karenanya.
sekarang hanya berusaha menghapus sosokmu dari kehidupanku jangan pernah mendekati dan menganggapku apa-apa sekarang.
Maaf tak bisa menjadi sempurna untukmu aku hanya sebuah bintangyang di telan malam di hadapanmu
jangan pernah Menyesali kesalahan yang kau perbuat terhadapku karena sesungguhnya hati ini sudah mulai mencoba menghapusmu dan tidak menyisakanmu lagi ruang untuk kau tempati.
Bila suatu saat nanti kau menyesalinya jangan pernah datang kepadaku kecuali kau punya alasan ntuk itu.
untukmu dan dia...........
Diposkan oleh Rachel ransya di Sabtu, November 21, 2009 0 komentar Link ke posting ini
Jumat, 20 November 2009
Tugas Biologi Euy
1. Tulang tengkorak terdiri dari:
a. Tulang tempurung kepala (os cranium)
• Tulang dahi (os frontale)
• Tulang kepala belakang (os occipitale)
• Tulang ubun-ubun (os parietale)
• Tulang tapis (os ethmoidale)
• Tulang baji (os sphenoidale)
• Tulang pelipis (os temporale)
b. tulang muka (os splanchocranium)
• Tulang hidung (os nasale)
• Tulang langit-langit (os pallatum)
• Tulang air mata (os lacrimale)
• Tulang rahang atas (os maxilla)
• Tulang rahang bawah (os mandibula)
• Tulang pipi (os zygomaticum)
• Tulang lidah (os hyoideum)
• Tulang pisau luku (os vomer)
2. Tulang dada (os sternum)
Tulang dada terdiri dari tiga bagian yaitu:
• hulu (os manubrium sterni)
• badan (os corpus sterni)
• taju pedang (os xiphoid prosesus)
3. Tulang rusuk (os costae)
• Tulang rusuk sejati (os costae vera)
• Tulang rusuk palsu (os costae sporia)
• Tulang rusuk melayang (os costae fluctuantes)
4. Tulang belakang (os vertebrae)
• Tulang leher (os cervical)
• Tulang punggung (os thoraxalis)
• Tulang pinggang (os lumbar)
• Tulang kelangkang (os sacrum)
• Tulang ekor (os cocigeus)
5. Tulang gelang bahu
• Tulang belikat (os scapula)
• Tulang selangka (os clavicula)
6. Tulang gelang panggul
• Tulang usus (os illium)
• Tulang pinggul (os pelvis)
• Tulang duduk (os ichium)
• Tulang kemaluan (os pubis)
Bagian apendikuler terdiri dari:
1. Tulang lengan
• Tulang lengan atas (os humerus)
• Tulang hasta (os ulna)
• Tulang pengumpil (os radius)
• Tulang pergelangan tangan (os carpal)
• Tulang telapak tangan (os metacarpal)
• Tulang jari tangan (os phalanges manus)
2. Tulang tungkai
• Tulang paha (os femur)
• Tulang tempurung lutut (os patella)
• Tulang kering (os tibia)
• Tulang betis (os fibula)
• Tulang pergelangan kaki (os tarsal)
• Tulang telapak kaki (os metatarsal)
• Tulang jari kaki (os phalanges pedis)
Diposkan oleh Rachel ransya di Jumat, November 20, 2009 0 komentar Link ke posting ini
Kamis, 12 November 2009
partikel bahasa jepang
1. wa (は)
wa menunjukkan Subyek si pembicara atau topik.
Watashi wa syain desu = わたしはしゃいんです = Saya adalah seorang karyawan.
2. mo (も)
mo memiliki fungsi yang sama dengan wa, menunjukkan pokok pembicaraan, tetapi mo dipakai untuk pokok yang predikatnya sama dengan yang sudah diketahui sebelumnya.
Takada-san wa nihon-jin desu = たかださんはにほんじんです= Sdr. Takada adalah orang Jepang.
Tamura-san mo nihon-jin desu. = たむらさんもにほんじんです= Sdr. Tamura juga orang Jepang.
3. ka (か) untuk bertanya
Untuk membuat kalimat tanya, ka diletakkan pada akhir kalimat, nada suara pada akhir kalimat ditinggikan.
Anata wa syain desu ka = あなたはしゃいんですか= Apakah anda seorang karyawan?
4. no (の)
no memiliki fungsi menghubungkan 2 K. Benda. K. Benda yang di depan menerangkan K. Benda yang di belakang. Hati-hati, biasanya kita suka terbalik-balik.
Watashi wa Batam-denki no syain desu = わたしはバタムでんきのしゃいんです= Saya adalah karyawan (dari) perusahaan listrik Batam.
Watashi wa Indonesia no daigakusei desu = わたしはインドネシアのだいがくせいです= Saya adalah mahasiswa (dari) Indonesia.
Berikutnya, kita kenali dengan baik penggunaan desu dan -san ya...
5. desu (です) atau dalam bahasa Inggrisnya: to be
desu adalah kata kerja yang paling dasar. Diletakkan di akhir kalimat yang predikatnya adalah K. Benda atau K. Sifat.
Watashi wa Indonesia-jin desu = わたしはインドネシアじんです= Saya orang Indonesia.
Indonesia wa shimaguni desu = インドネシアはしまぐにです= Indonesia adalah negara kepulauan.
6. san (さん)
san adalah kata yang selalu diucapkan setelah menyebut nama orang, tetapi ingat ya, san tidak pernah dipakai sewaktu menyebut nama sendiri.
Watashi wa Hanamura desu = わたしははなむらです= Saya Hanamura.
Anata wa Kitamura-san desu ka = あなたはきたむらさんですか= Apakah anda Sdr. Kitamura?
Oh iya, menyebut nama orang Jepang biasanya dipakai nama lengkap atau nama keluarga saja, sedangkan nama kecil hanya diucapkan oleh orang-orang dekat atau keluarga. Oke?
Diposkan oleh Rachel ransya di Kamis, November 12, 2009 3 komentar Link ke posting ini
about yakuZa
Yakuza dari bahasa Jepang: (やくざ atau ヤクザ) atau gokudō (極道) adalah nama dari sindikat terorganisir di Jepang. Organisasi ini sering juga disebut mafia Jepang, karena ada kesamaan dengan bentuk organisasi yang asalnya dari Italia tersebut.
Sejarah Yakuza
Sejarah panjang Yakuza dimulai kira-kira pada tahun 1612, saat Shogun Tokugawa berkuasa dan menyingkirkan shogun sebelumnya. Pergantian ini mengakibatkan kira-kira 500.000 orang samurai yang sebelumnya disebut hatomo-yakko (pelayan shogun) menjadi kehilangan tuan, atau disebut sebagai kaum ronin.
Seperti kata pepatah : orang yang hanya punya martil cenderung melihat segala sesuatu bisa beres dengan dimartil, demikian juga dengan kaum ronin ini. Banyak dari mereka menjadi penjahat dan centeng. Mereka disebut sebagai kabuki-mono atau samurai nyentrik urakan yang ke mana-mana membawa pedang. Mereka berbicara satu sama lain dalam bahasa slang dan kode rahasia. Terdapat kesetiaan tinggi di antara sesama ronin sehingga kelompok ini sulit dibasmi.
Untuk melindungi kota dari para kabuki-mono, banyak kota-kota kecil di Jepang membentuk machi-yokko (satuan tugas (satgas) desa). Satgas ini terdiri dari para pedagang, pegawai, dan orang biasa yang mau menyumbangkan tenaganya untuk menghadapi kaum kabuki-mono. Walaupun mereka kurang terlatih dan jumlahnya sedikit, tetapi ternyata para anggota machi-yokko ini sanggup menjaga daerah mereka dari serangan para kabuki mono. Di kalangan rakyat Jepang abad ke 17, kaum machi-yokko ini dianggap seperti pahlawan.
Masalah jadi rumit, karena setelah berhasil menggulung para ronin, para anggota machi-yokko ini malah meninggalkan profesi awal mereka dan memilih jadi preman. Hal ini diperparah lagi dengan turut campurnya Shogun dalam memelihara para machi-yokko ini. Ada dua kelas profesi para machi-yokko, yaitu kaum Bakuto (penjudi) dan Tekiya (pedagang). Namanya saja kaum pedagang tetapi pada kenyataannya, kaum Tekiya ini suka menipu dan memeras sesama pedagang. Walau begitu, kaum ini punya sistem kekerabatan yang kuat. Ada hubungan kuat antara Oyabun (Bos (bapak)) dan Kobun (bawahan (anak)), serta Senpai-Kohai (Senior-Junior) yang kemudian menjadi kental di organisasi Yakuza.
Penjudi
Kaum Bakuto (penjudi), punya sejarah yang unik. Awalnya mereka disewa oleh Shogun untuk berjudi melawan para pegawai konstruksi dan irigasi. Tindakan ini dilakukan agar gaji para pegawai konstruksi dan irigasi habis di meja judi dan tenaga mereka bisa disewa dengan harga murah.
Jenis judi yang biasa dilakukan adalah menggunakan kartu Hanafuda dengan sistem permainan mirip Black Jack. Tiga kartu dibagikan dan bila angka kartu dijumlahkan, maka angka terakhir menunjukkan siapa pemenang, diantara sekian banyak kartu sial kartu berjumlah 20 adalah yang paling sering disumpahi orang, karena berakhiran nol. Salah satu konfigurasi kartu ini adalah kartu dengan nilai (8-9-3) yang dalam bahasa Jepang menjadi Ya-Ku-Za yang kemudian menjadi nama asal Yakuza.
Dari kaum Bakuto ini juga muncul tradisi menandai diri dengan [[tato] disekujur badan (disebut irezumi) dan yubitsume (potong jari) sebagai bentuk penyesalan ataupun sebagai hukuman. Awalnya hukuman ini bersifat simbolik, karena ruas atas jari kelingking yang dipotong membuat pemilik tangan menjadi lebih sulit memegang pedang dengan mantap. Hal ini menjadi simbol ketaatan terhadap pimpinan.
Diposkan oleh Rachel ransya di Kamis, November 12, 2009 0 komentar Link ke posting ini
tentang samurai
Samurai (侍 atau 士 ) adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata "samurai" berasal dari kata kerja "samorau" asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi "saburau" yang berarti "melayani", dan akhirnya menjadi "samurai" yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan.
Istilah yang lebih tepat adalah bushi (武士) (istilah harafiahnya: "orang bersenjata") yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin (harafiah: "orang ombak"). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.
Samurai dianggap mesti bersopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain.
Perkataan samurai berasal pada sebelum zaman Heian di Jepang di mana bila seseorang disebut sebagai saburai, itu berarti dia adalah seorang suruhan atau pengikut. Hanya pada awal zaman modern, khususnya pada era Azuchi-Momoyama dan awal periode/era Edo pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 perkataan saburai bertukar diganti dengan perkataan samurai. Bagaimanapun, pada masa itu, artinya telah lama berubah.
Pada era pemerintahan samurai, istilah awal yumitori (“pemanah”) juga digunakan sebagai gelar kehormat bagi sejumlah kecil panglima perang, walaupun pemain pedang telah menjadi lebih penting. Pemanah Jepang (kyujutsu), masih berkaitan erat dengan dewa perang Hachiman.
Berikut adalah beberapa istilah lain samurai.
* Buke (武家) – Ahli bela diri
* Kabukimono - Perkataan dari kabuku atau condong, ia merujuk kepada gaya samurai berwarna-warni.
* Mononofu (もののふ) - Istilah silam yang berarti panglima.
* Musha (武者) - Bentuk ringkasan Bugeisha (武芸者), harafiah. pakar bela diri.
* Si (士) - Huruf kanji pengganti samurai.
* Tsuwamono (兵) - Istilah silam bagi tentara yang ditonjolkan oleh Matsuo Basho dalam haiku terkemukanya. Arti harafiahnya adalah orang kuat.
Diposkan oleh Rachel ransya di Kamis, November 12, 2009 2 komentar Link ke posting ini
kanji jepang
Meskipun dikatakan terdapat lebih dari 50.000 huruf Kanji, tetapi dalam penggunaan bahasa Jepang tidak semua huruf tersebut digunakan. Saat ini ada sekitar 1945 huruf Kanji yang digunakan secara umum dalam kehidupan sehari-hari di Jepang.
Saat ini siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di Jepang diwajibkan untuk mempelajari sebanyak 1006 huruf Kanji sejak kelas 1 sampai dengan kelas 6 atau selama 6 tahun.
Sedangkan bagi orang asing, untuk mengetahui tingkat kemampuan menguasai huruf Kanji terdapat sebuah tes kemampuan berbahasa Jepang atau biasa disebut Japanese Language Proficiency Test (JLPT) . Tes yang memfokuskan diri pada penguasaan membaca, perbendaharaan kata, mendengarkan, pemahaman huruf Kanji dan tata bahasa ini bisa dilakukan di kota-kota besar di Jepang ataupun di negara-negara di luar Jepang.
Jumlah huruf Kanji yang harus dikuasai oleh orang asing kira-kira sama dengan yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebanyak 2000 huruf.
Pemahaman dan penguasaan huruf Kanji siswa SD di Jepang:
Kelas 1 - 80 huruf
Kelas 2 - 160 huruf
Kelas 3 - 200 huruf
Kelas 4 - 200 huruf
Kelas 5 - 185 huruf
Kelas 6 - 181 huruf
Target Pemahaman dan penguasaan huruf Kanji bagi orang asing dalam JLPT(Nihongo noryoku shiken):
Level 4 - 100 huruf
Level 3 - 300 huruf
Level 2 - 1000 huruf
Level 1 - 2000 huruf
Dikatakan bahwa untuk mulai bisa membaca surat kabar atau majalah berbahasa Jepang, diperlukan lebih dari penguasaan 800 huruf Kanji.
Wow, bagi orang asing tentunya ini tidak mudah, perlu kemauan untuk belajar ekstra keras.
Yuk belajar huruf Kanji...
Diposkan oleh Rachel ransya di Kamis, November 12, 2009 0 komentar Link ke posting ini
kosakata jepang
わたし = watashi = saya
あなた = anata = anda, saudara
わたしたち = watashi-tachi = kami, kita
かれ = kare = dia (laki-laki)
かのじょ = kanojyo = dia (perempuan)
みなさん = minasan = saudara sekalian, anda sekalian
あのひと = ano hito = orang itu, dia
せんせい = sensei = guru
しゃいん = syain = karyawan, pekerja
だいがくせい = daigakusei = mahasiswa
けんしゅうせい = kenshyuusei = trainee, peserta training
がっこう = gakkou = sekolah
かいしゃ = kaisya = perusahaan
バナナ = banana = pisang
ラジオ = rajio = radio
たべます = tabemasu = makan
ききます = kikimasu = mendengar
だれ = dare = siapa
はい = hai = ya
いいえ = iie = tidak, bukan
でんき = denki = listrik, lampu
にほん = nihon = Jepang
にほんご = nihongo = bahasa Jepang
インドネシア = indoneshia = Indonesia
~じん = ~jin = orang~ (kebangsaan, daerah)
きのう = kinou = kemarin
きょう = kyou = hari ini
あした = ashita = besok
あさって = asatte = besok lusa
おはようございます = ohayou gozaimasu = selamat pagi
こんにちは = konnichiwa = selamat siang, halo
こんばんは = konbanwa = selamat malam
おやすみなさい = oyasuminasai = selamat istirahat, selamat tidur
さよなら = sayonara = selamat tinggal
ありがとうございました = arigatou gozaimashita = terima kasih
どういたしまして = douita shimashite = terima kasih kembali
すみません = sumimasen = maaf, permisi, terima kasih
はじめまして = hajimemashite = "Saya bertemu dengan anda yang pertama kalinya" (diucapkan pada waktu perkenalan / pertama kali bertemu)
どうぞよろしく = douzo yoroshiku = "Terimalah perkenalan saya dengan baik" (diucapkan pada saat mengakhiri perkenalan)
Diposkan oleh Rachel ransya di Kamis, November 12, 2009 0 komentar Link ke posting ini
Senin, 09 November 2009
luapan perasaan
Mencoba membenci mungkin iya setelah itu padam dan perasaan aneh mulai tumbuh kembali entah kenapa hanya dia satu-satunya yang dapat membuat saya selalu merasakan hal aneh meskipun aku tak menginginkan hal tersebut.
try to give up i think its impossible hufftt
sudah sering aku menghina diriku sendiri
terlalu sering aku merendahkan diriku sendiri
terlalu sering memandangimu dari kejauhan
terlalu sering utnuk mencintaimu
terlalu dan terlalu semua serba terlalu dan tanpa hasil bagaikan seseorang yang di telan oleh senja.
semuanya tak akan berahkhir bila aku tak meninggalkanmu
meskipun kau tak tahu aku akan melakukannya
saya akan terus mencoba untuk meredam dan membuat neutral segala perasaan yang membuat aku hanyut dalam kesedihan,kesenangan,kehampaan,and everything.
Sedih bila setiap saat harus bersama bayangmu saja,tetapi sedih pun tak berarti dia tak akan mengerti dan tak akan pernah tahu tentang kesedihan dan segala keluh kesah yang kurasakan tentangnya.
aku hanyalah seseorang yang setiap harinya menulis luapan perasaan di barengi musik korea agar dapat mood untuk menulis entah mengapa aku tak tahu tapi pokoknya asik dah,luapan perasaan yang tak berarti sama sekali dan tak akan pernah di hargai oleh siapapun.
kadang aku merasa sedih sendiri bila membaca kembali hasil tulisanku entah mengapa karena dari sebagian mengatakan demikian tulisanmu menitikkan air mataku setelah aku mencoba membacanya sepertinya aku tak menyangka aku dapat merangkai kata-kata yang dapat menitikkan air mata entah mengapa yah mungkin karena tulisan dan kata-kata yang aku rangkai tulus dari dalam hati dan jujur sudah berapa tahun aku bersama blogku ini mulai dari tulisan pertamaku,mulai mengerti cinta dan apa itu patah hati mungkin segala keluh kesahku bertumpuk disini meskipun aku jarang update karena gak mood haha meskipun begitu aku menampung semua keseharianku dan aku menulisanya di dalam blog ini aku sangat bahagia mempunyai blog seperti ini ia selalu setia menemaniku dan setia mendengarkan segala keluh kesahku kenapa karena dia adalah maya alias ghaib hahah meskipun begitu aku tetap senang karena blogku ini bisa menjadi sesuatu yang dapat aku percaya...,,,,,,... tentangmu ,tentangku,aku,kamu,dia dan mereka...sarangeh,aishiteru.......
Diposkan oleh Rachel ransya di Senin, November 09, 2009 0 komentar Link ke posting ini











