Kamis, 18 Maret 2010
Apa itu Shinkansen?
Shin artinya baru. Kansen artinya jaringan rel. Jadi Shinkansen artinya jaringan rel baru. Kurang lebih seperti itu.
Shinkansen adalah nama sebuah jaringan kereta api listrik super cepat yang dikelola oleh perusahaan Japan Railways Group sejak tahun 1964 dengan kereta pertamanya adalah Tokaido Shinkansen 0 Series ciptaan Kawasaki Heavy Industries yang berkecepatan "hanya" 210 km/jam.
Itu dulu banget lho.
Sekarang Guinness Book of World Records telah mencatat Tokaido Shinkansen MLX01 sebagai kereta tercepat di dunia dengan kecepatan maksimal 581 km/jam.

Sebagai perbandingan: dari Jakarta ke Bandung naik kereta api Argo Gede bisa memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan, tapi kalau naik Shinkansen paling 1/2 jam doang.
Di dunia barat, Shinkansen dikenal juga dengan nama "bullet train" atau "kereta peluru" yang memang dilihat dari bentuknya yang mirip peluru dan kecepatannya yang super tinggi.
Kereta Shinkansen membutuhkan waktu kurang lebih 90 detik untuk mencapai kecepatan 500 km/jam dari titik nol. Pernah terlambat gak kereta Shinkansen? Pernah dong.
Rata-rata keterlambatan Shinkansen adalah 6 detik!
Itu sudah termasuk segala jenis human error, cuaca buruk, dan gempa bumi. Sedangkan tingkat keamanannya juga yang tertinggi di dunia dengan jumlah kematian 0% selama Shinkansen beroperasi.
Saat ini JRG mengoperasikan 8 rute/jalur Shinkansen yang mencakup pulau Honshu dan Kyushu, yaitu rute Tokaido, Tohoku, Akita, Yamagata, Joetsu, Nagano, Sanyo, dan Kyushu.
Rute Tokaido adalah jalur kereta tersibuk di dunia yang telah mengangkut lebih dari 6 miliar penumpang. Sedangkan rute tersibuk di Jepang adalah Tokyo-Osaka dengan 10 kereta Shinkansen bolak balik setiap jamnya yang masing-masing membawa 16 gerbong berkapasitas 1.300 tempat duduk.
Bagaimana dengan harganya?
Naik Tokaido Shinkansen dari Tokyo ke Osaka yang jaraknya sekitar 552 km harga tiketnya adalah 13.750 yen (atau sekitar Rp. 1.400.000) untuk satu orang dewasa.
Harganya bisa dibilang sama dengan harga tiket pesawat terbang Skymark (sekelas AirAsia), tapi kenapa masih banyak yang pake kereta Shinkansen?
gila mamen
Kimono adalah pakaian tradisional negara Jepang untuk pria dan wanita yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Baru pada jaman Edo, kimono mengalami perubahan yang sampai sekarang masih dipertahankan, yaitu lengan kimono yang sedikit lebih panjang bagi wanita yang belum menikah dan obi (sabuk lebar untuk mengencangkan kimono) yang semakin besar.

Kimono berasal dari kata Ki yang berarti mengenakan, dan Mono yang berarti pakaian. Jadi arti kimono adalah mengenakan pakaian. Gampang juga ya?
Tapi kalo soal harga dan cara bikinnya, kimono gak ada gampangnya. Kimono yang berbahan dasar sutra bisa dihargai Rp 50 juta keatas, bahkan ada yang sampai Rp 300 juta untuk satu set lengkap bersama obi, geta (sendal khusus kimono) dan aksesoris lainnya. Cara memakainya pun tidak sembarangan dan ada namanya sendiri, yaitu Kitsuke.
mahaal
Makanya jangan heran kalo orang-orang Jepang sendiri gak sanggup beli kimono sutra. Biasanya para orangtua-lah yang mewariskan kimono sutranya. Hanya para pejabat, artis, pesumo tingkat satu dan keluarga kerajaan yang sanggup gonta-ganti kimono sutra.
Lalu bagaimana bisa banyak orang Jepang pake kimono?
Untuk pesta pernikahan, mereka memang sewa kimono sutra perhari, tapi untuk pesta-pesta nonformal seperti festival kembang api dan pesta tahun baru, mereka membeli dan memakai yukata.
Singkatnya, yukata adalah kimono yang bersifat kasual, lebih santai dan lebih sederhana. Yukata mengandung arti pakaian mandi, karena pada awalnya yukata hanya dipakai pada waktu sebelum dan sesudah mandi.
Tapi sekarang pemakaian yukata tidak terbatas. Kapan saja boleh dipakai. Di musim panas akan lebih banyak lagi orang yang memakai yukata karena mereka merasa sejuk.
Banyak orang tidak tahu kalau kimono itu banyak jenisnya, sesuai dengan tingkat formalitas dan status pemakainya.
Uchikake (打掛) adalah kimono formal yang berwarna berwarna putih atau merah terang yang dipakai oleh sang pengantin di hari pernikahannya.
Kurotomesode (黒留袖) adalah kimono formal berwarna hitam yang dipakai oleh para orangtua di hari pernikahan anaknya.
Furisode (振袖) adalah kimono yang dipakai oleh wanita yang belum menikah di acara-acara formal dan Seijin shiki (成人式), upacara tradisional untuk merayakan sang remaja perempuan yang beranjak dewasa.
Irotomesode (色留袖) adalah kimono semiformal yang dipakai oleh wanita yang telah menikah untuk menghadiri upacara pernikahan keluarganya.
Homongi (訪問着), Tsukesage (付け下げ) dan Edo Komon (江戸小紋) adalah kimono-kimono semiformal yang boleh dipakai oleh wanita yang telah menikah maupun yang belum menikah untuk menghadiri acara-acara formal dan semiformal.
Maiko Hikizuri (舞妓の引きずり) atau Susohiki (すそ引き) adalah kimono-kimono yang dipakai khusus oleh para geisha dan maiko.
Iromuji (色無地) adalah kimono yang dipakai untuk upacara minum teh.
Dan yang terakhir adalah Yukata (浴衣).
Umumnya yukata berbahan dasar katun dan dibikin dengan mesin pabrik, lain dengan kimono sutra yang dijahit sepenuhnya oleh tangan-tangan ahli. Karena itu harga yukata pun jauh berbeda dengan kimono sutra dan terjangkau oleh semua orang.
Sekarang ini kimono memang telah banyak dimodifikasi untuk mengikuti perkembangan mode dan minat kawula muda yang suka dengan kebebasan (harajuku), manga dan anime modern (cosplay). Walaupun begitu, kimono tradisional tetap menjadi primadona.

Kalo para gadis Jepang ada festival Hina Matsuri, maka pada tanggal 5 Mei ini, gantian para lelakinya yang merayakan hari Kodomo no Hi.
Pada mulanya, perayaan ini dinamakan Tango No Sekku (端午の節句), semacam perayaan untuk menandai datangnya musim panas dan dirayakan di hari kelima di bulan kelima. Di jaman modern ini dikenal juga sebagai harinya anak laki-laki.

Nah di hari inilah para keluarga Jepang memasang bendera ikan koi satu untuk setiap laki-laki (baik ayah maupun anak), yang menurut legenda China; ikan koi bisa berubah menjadi naga yang bisa menerjang apapun (alias kuat) dan membawa keberuntungan.
Yang berwarna hitam dan berukuran paling besar untuk sang ayah, yang berwarna merah untuk anak tertua, dan yang berukuran kecil untuk anak lebih kecil.
Di tahun 1948, pemerintah Jepang secara resmi menjadikan hari Kodomo no Hi sebagai hari libur nasional. Inilah yang membuat beberapa orang Jepang berpikir kenapa Hina Matsuri gak dijadikan hari libur nasional juga? Gak adil untuk para gadis kan?
gak adil yahh 

Hesokuri: Tabungan Rahasia Para Istri 臍繰り
0 komentar Diposkan oleh Rachel ransya di Kamis, Maret 18, 2010Krisis ekonomi memang membuat semua orang melakukan penghematan.
Tak terkecuali para ibu rumah tangga di Jepang yang "tabungan rahasia" mereka berkurang sekitar 20 persen di tahun lalu untuk menutup biaya hidup setelah penghasilan keluarga menurun.
Dalam keluarga Jepang, istri biasanya mengendalikan dompet rumah tangga. Kebanyakan suami Jepang kekurangan waktu atau tidak suka dengan perencanaan keuangan dan membayar tagihan ini, tagihan itu. Karena perencanaan anggaran belanja dianggap sebagai aspek penting dalam sebuah manajemen rumah tangga - inilah pekerjaan utama para wanita Jepang yang sudah menikah.
Kadang-kadang ibu rumah tangga menyisihkan sedikit uang sebagai "tabungan rahasia." Tujuannya untuk menutupi pengeluaran darurat yang tak terduga, untuk membeli hadiah bagi anggota keluarga, atau mungkin membelanjakannya tanpa sepengetahuan suami.
Tabungan rahasia ini disebut hesokuri.

Sudah menjadi tradisi bahwa para ibu rumah tangga-lah yang mengontrol keuangan keluarga di Jepang. Setiap bulannya mereka mengumpulkan gaji suami mereka dan menyerahkannya kembali dalam bentuk uang saku untuk menutupi biaya makan siang, minum kopi dan sake dengan teman.
Lalu sedikit uang disisihkan secara diam-diam dari rekening rumah tangga, dan biasanya tersembunyi di tempat dimana anggota keluarga yang lain tidak akan menemukannya. Bahkan kadang-kadang mereka sendiri lupa dimana mereka menaruh tabungan rahasia mereka - karena itu gak heran para mangaka sering menampilkan adegan "lupa" ini di komik mereka.
Meskipun hesokuri umumnya diasosiasikan dengan ibu rumah tangga, suami-pun bisa saja menyisihkan tabungan rahasia mereka juga. Banyak laki-laki menjaga rahasia tabungannya di laci meja yang terkunci di tempat kerja.
kenapa gak tabok aja yahh suaminya klo gak ngasi duit 


Setsubun atau bisa disebut juga Risshun (立春) dirayakan setiap tanggal 3 Februari sebagai bagian dari festival musim semi (Haru Matsuri).
Dalam hubungannya dengan Tahun Baru Imlek, Haru Matsuri dan Setsubun sebelumnya dianggap sebagai semacam perayaan malam tahun baru yang disertai dengan ritual khusus untuk membersihkan segala roh-roh jahat yang berasal dari tahun lalu dan mengusir roh-roh pembawa penyakit di tahun yang baru. Ritual khusus ini disebut mamemaki (豆撒き) yang artinya melempar kacang. 

Mamemaki biasanya dilakukan oleh toshiotoko (年男) yaitu sang kepala rumah tangga atau laki-laki yang shio-nya sama dengan tahun baru kalender China. Meskipun begitu sekarang malah lebih banyak anak-anak yang melempar kacangnya, sebagai simbol untuk mengusir roh jahat dari kehidupan mereka yang masih sangat panjang.
Kacang yang dilempar adalah jenis kacang kedelai yang dipanggang (disebut juga Fuku Mame). Kacang-kacang tersebut dilemparkan ke luar pintu atau kepada anggota keluarga yang mengenakan topeng Oni (setan atau raksasa), sambil menyanyikan lagu "Oni wa soto! Fuku wa uchi!" (鬼 は 外! 福 は 内!) yang artinya kira-kira seperti "Setan keluarlah! Keberuntungan masuklah!"
Tapi kenapa kacang ya? Karena orang-orang Jepang jaman dulu percaya kalau kacang-kacangan dapat membawa keberuntungan dengan memakannya minimal satu kali dalam setahun.
hmm gtu yahh org jepang suka makan kacang ternyata


Sushi Obama
Tampaknya orang-orang Jepang sangat menyukai presiden Obama.
Ken Kawasumi adalah seorang koki ternama dari Tokyo Sushi Academy yang gemar menciptakan sesuatu yang baru dalam bentuk makanan. Kali ini dia menciptakan sushi yang berbentuk wajah Obama.

sayangnya untuk tidak dijual 
klo begitu di dalam menyambut kedatangan obama indonesia harus buat kue ato makanan tradisional yang mirip obama juga nihh jangan mau kalah yahh
ganbatte kudasai






